Moodbooster or Moodbreaker?
Pasti hidup akan selalu riang gembira jika kita
punya moodbooster yang selalu ada setiap saat. Moodbooster nggak
harus berwujud manusia kok, apapun yang bisa membuat kita good mood bisa
disebut moodbooster, kan?. Nah, bicara tentang moodbooster,
memang nggak bisa dipungkiri deh kalau sebaik baik moodbooster adalah
berwujud makhluk hidup, bisa napas, bisa jalan, bisa bicara, apalagi bisa
menghibur kita yang lagi 'unmood' also knowing as human alias
manusia. Betul tidak, hmm?. Ada teman, sahabat, keluarga, dan bagi yang nggak
jomblo ada couplenya. Tapi kalo suatu saat orang yang kita tuju sebagai
pengendali mood kita malah menambah 'unmood' kita, itu namanya
jadi moodbreaker, huh. Bukannya jadi lebih baik, malah mood kita
tambah jungkir balik. Akhirnya menimbulkan efek mood yang kelabu, bahkan
sampai ke level galau yang nggak ada enak enaknya. Kalau sudah begitu, apalagi
yang harus dilakukan agar kita nggak galau berkepanjangan? Lebih baik kita
mengalihkannya dengan mencari kesibukan yang bermanfaat tentunya. Misal,
ndengerin lagu, nonton video lucu atau yang menghibur pokoknya, nonton film
juga boleh. Tapi kalau semua itu tetap nggak membantu dan mungkin sudah malas
untuk melakukannya alias mager, alternatif yang terbaik tidak lain dan tidak
bukan adalah go to bed, and sleep over there. Problem finished, right?.
Sudahlah daripada bicara panjang lebar nggak bermanfaat, kesimpulan dari
kicauan diatas adalah, selalu sibukkan dirimu dengan hal hal yang lebih baik
untuk dilakukan, bolehlah sesekali bergalau galau ria, tapi jangan terlalu
larut dengan kegalauan tersebut teman. Sebisa mungkin gunakan waktumu untuk hal
yang positif dan bermanfaat, okay?
Komentar
Posting Komentar