Resensi - Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Judul                             : Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Penulis/Penyusun         : Tjahja Gunawan Diredja
Penerbit                        : PT Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit                 : 2012
Cetakan                        : I, Juni 2012
Tebal Buku                   : 382 halaman



 ANAK SINGKONG AHLI ENTREPRENEURSHIP

Selama ini Chairul Tanjung dikenal sebagai pebisnis yg sangat sukses (bisa dibilang ahli entrepreneurship=kewirausahaan). Dalam usianya yang ke-50 tahun, CT (Chairul Tanjung) meluncurkan buku biografinya yang berisi perjalanan hidupnya. CT yang dulunya hidup ditengah keterbatasan kondisi ekonomi keluarga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkat upaya kedua orang tuanya (Abdul Gafar Tanjung dan Halimah).
Pemimpin CT Corp ini memulai usahanya dengan menjual es mambo di depan kelasnya saat SD, usaha photocopy di kampusnya dan berjualan alat-alat kedokteran gigi saat dia kuliah. Berkat kerja keras, keikhlasan, kejujuran, kemandirian dan pandai memanfaatkan peluang, dia mampu membangun kawasan wisata dan bisnis terpadu (Trans Studio dan The Trans Luxury Hotel), pemilik stasiun televisi Trans TV dan Trans 7, pemilik (direktur utama) Bank Mega, pemilik 40% saham PT. Carrefour Indonesia. Ketua umum PBSI periode 2001-2005 ini juga membangun asrama bagi anak-anak korban tsunami Aceh yang diberi nama Rumah Anak Madani (RAM) dibawah naungan Chairul Tanjung Foundation. Di lokasi RAM dibangun SMA Unggulan gratis bagi warga kurang mampu tetapi berprestasi. Yang memimpin berdirinya SMA ini adalah istrinya Anita Ratnasari.
Melalui buku ini, Chairul Tanjung ingin berbagi kisah dan cerita dengan pembaca tentang liku-liku, pengalaman, serta makna dan nilai-nilai kehidupan yang dia pegang sejak kecil hingga sekarang. Dia ingin para pembaca mengikuti jejak langkahnya atau bahkan mampu melampaui prestasi yang telah dia capai hingga sekarang.
Isi buku ini banyak yang mendidik, memotivasi, menginspirasi pembaca terutama generasi muda agar bisa menjadi pengusaha seperti dirinya. Namun, terkadang terdapat kata kata atau kalimat yang sulit dipahami dan tidak efektif.
Buku ini menarik dibaca dan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana seorang CT berhasil menjadi pengusaha sukses dengan hasil kerja kerasnya dan bukan warisan keluarga konglomerat.

NOTE CORNER: Resensi ini tercipta karena adanya tugas Bahasa Indonesia pas MTs kelas IX dulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pagiku Cerahku

Writing – Hortatory Exposition

Tak Terjangkau, Katanya